Kamis, 27 Juni 2013
Penghalang Seseorang untuk Melaksanakan Solat Tahajjud
Assalamualaikum wr.wb.
Menurut Ulama Salaf
YAROBBI IJINKAN AKU UNTUK SELALU MRINDUKAN SAAT2 INDAH BERBINCANG DENGANMU DISEPERTIGA MALAMKU
Fudhail bin ‘Iyâdh berkata, “Bila engkau tidak sanggup melaksanakan shalat (tahajjud) di malam hari dan puasa di siang hari, maka ketahuilah bahwa engkau orang yang terhalang (dari kebaikan) lagi banyak dosa.”
Seorang lelaki berkata kepada Hasan al-Bashri , “Sesungguhnya aku tidur dalam keadaan sehat, aku sangat ingin bangun melaksanakan shalat malam dan telah ku persiapkan air untuk bersuci, namun mengapa aku tetap tidak bisa bangun (disepertiga malam terakhir) ? ”
Beliau menjawab, “Engkau telah dibelenggu oleh dosa-dosamu.”
Bila seseorang tidak bisa mengerjakan shalat malam, maka hendaklah dia merenungi pernyataan seorang dari generasi Salaf, “Bila engkau belum bisa mengambil bagian di waktu malam, maka janganlah engkau bermaksiat kepada Rabbmu di waktu siang.”
Sahl bin Sa’ad menuturkan, “Jibril pernah datang menemui Nabi seraya berkata, “Hai Muhammad! Hiduplah sesukamu, sesungguhnya kematian pasti akan menjemputmu. Cintailah siapa saja yang engkau senangi, sesungguhnya engkau pasti akan berpisah dengannya. Dan beramallah semaumu, sesungguhnya engkau akan menuai balasannya”.
Kemudian Jibril berpesan, “Hai Muhammad, kemuliaan seorang Mukmin terletak pada shalat malam dan kehormatannya adalah pada saat ia tak lagi bergantung pada manusia.” (HR. Thabrani dan dinilai hasan oleh Syaikh al-Albâni dalam silsilah ahâdîtsis shahîhah, no. 831).
M FIRDAUS HABIBI
Jumat, 21 Juni 2013
Pacaran Ternyata Penuh Dusta
Pacaran ternyata penuh dengan kedustaan. Orang yang pacaran akan selalu mengelabui pasangannya.
Ketika masa-masa pacaran, si kekasih akan selalu berdandan cantik di hadapan pacarnya, berkata lemah lembut, bersenyum manis dan belang jeleknya ditutup-tutupi. Yang pacaran akan merasa tidak pede jika nampak sesuatu yang jelek dari dirinya. Kalau dikatakan pacaran sebagai jalan untuk mengenal pasangan sebelum nikah, kenyataanya penjajakan tersebut jauh berbeda dengan saat telah menikah. Saat telah menikah, satu sama lain tidak mesti berpenampilan cantik atau ganteng saat di rumah. Tidak mesti pula terus-terusan bertemu dalam keadaan harum atau wangi. Bahkan dalam pernikahan ada pasangan yang berkata kasar yang hal ini tidak dijumpai saat pacaran dahulu.
Padahal Islam sudah memberi jalan bahwa mengenali pasangan bisa dari empat hal: (1) kecantikan, (2) martabat (keturunan), (3) kekayaan atau (4) baik atau tidak agamanya. Dari Abu Hurairah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
تُنْكَحُ الْمَرْأَةُ لأَرْبَعٍ لِمَالِهَا وَلِحَسَبِهَا وَجَمَالِهَا وَلِدِينِهَا ، فَاظْفَرْ بِذَاتِ الدِّينِ تَرِبَتْ يَدَاكَ
“Perempuan itu dinikahi karena empat faktor yaitu agama, martabat, harta dan kecantikannya. Pilihlah perempuan yang baik agamanya. Jika tidak, niscaya engkau akan menjadi orang yang merugi”. (HR. Bukhari no. 5090 dan Muslim no. 1446). Mengenal calon pasangan sudah cukup lewat empat hal tersebut. Keempat hal tadi bisa diketahui dari keluarga dekat atau dari teman dekat si pasangan. Jadi, tidak mesti lewat lisan si pasangan secara langsung.
Jika sudah ada cara yang Islam gariskan, masihkah mencari cara lain untuk mengenal pasangan? Lantas apa mesti mengenal calon pasangan lewat pacaran?
Ketahuilah bahwa nikah adalah tanda ingin serius, sedangkan pacaran hanya ingin terus dipermainkan. Jangan heran jika ada yang sudah pacaran bertahun-tahun, namun pernikahan mereka tidak sampai setahun jadi bubar.
Coba lihat saja para sahabat Rasul -shallallahu ‘alaihi wa sallam-, tidak pernah menempuh jalan pacaran ketika mencari pasangan. Sekali ta’aruf, merasa cocok, sudah langsung menuju pelaminan. Tidak seperti para pemuda saat ini yang menjalani pacaran hingga 10 tahun untuk bisa saling mengenal lebih dalam. Padahal para sahabat adalah sebaik-baik generasi sepeninggal Rasul -shallallahu ‘alaihi wa sallam- yang mesti dicontoh. Lihat saja apa yang terjadi ketika Fathimah dinikahi ‘Ali bin Abi Tholib atau Ruqoyyah yang dinikahi sahabat mulia ‘Utsman bin ‘Affan, mereka tidak melewati proses penjajakan pacaran. Imam Ahmad berkata dalam Ushulus Sunnah, “Hendaklah kita berpegang teguh dengan ajaran para sahabat -radhiyallahu ‘anhum- serta mengikuti ajaran mereka.”
Lihat pula si mbah kita dahulu. Mereka juga tidak mengenali calon pasangan mereka dengan pacaran. Akan tetapi, keluarga mereka tetap langgeng dan punya banyak keturunan.
So ... Apa gunanya pacaran? Jika Anda ingin dikelabui terus-terusan, maka monggo itu pilihan Anda dan akhirnya Anda yang tanggung sendiri akibatnya.
Semoga Allah beri taufik dan hidayah.
---
@ Warak, Girisekar, Panggang, Gunungkidul, 16 Rajab 1434 H
Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal
Ketika masa-masa pacaran, si kekasih akan selalu berdandan cantik di hadapan pacarnya, berkata lemah lembut, bersenyum manis dan belang jeleknya ditutup-tutupi. Yang pacaran akan merasa tidak pede jika nampak sesuatu yang jelek dari dirinya. Kalau dikatakan pacaran sebagai jalan untuk mengenal pasangan sebelum nikah, kenyataanya penjajakan tersebut jauh berbeda dengan saat telah menikah. Saat telah menikah, satu sama lain tidak mesti berpenampilan cantik atau ganteng saat di rumah. Tidak mesti pula terus-terusan bertemu dalam keadaan harum atau wangi. Bahkan dalam pernikahan ada pasangan yang berkata kasar yang hal ini tidak dijumpai saat pacaran dahulu.
Padahal Islam sudah memberi jalan bahwa mengenali pasangan bisa dari empat hal: (1) kecantikan, (2) martabat (keturunan), (3) kekayaan atau (4) baik atau tidak agamanya. Dari Abu Hurairah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
تُنْكَحُ الْمَرْأَةُ لأَرْبَعٍ لِمَالِهَا وَلِحَسَبِهَا وَجَمَالِهَا وَلِدِينِهَا ، فَاظْفَرْ بِذَاتِ الدِّينِ تَرِبَتْ يَدَاكَ
“Perempuan itu dinikahi karena empat faktor yaitu agama, martabat, harta dan kecantikannya. Pilihlah perempuan yang baik agamanya. Jika tidak, niscaya engkau akan menjadi orang yang merugi”. (HR. Bukhari no. 5090 dan Muslim no. 1446). Mengenal calon pasangan sudah cukup lewat empat hal tersebut. Keempat hal tadi bisa diketahui dari keluarga dekat atau dari teman dekat si pasangan. Jadi, tidak mesti lewat lisan si pasangan secara langsung.
Jika sudah ada cara yang Islam gariskan, masihkah mencari cara lain untuk mengenal pasangan? Lantas apa mesti mengenal calon pasangan lewat pacaran?
Ketahuilah bahwa nikah adalah tanda ingin serius, sedangkan pacaran hanya ingin terus dipermainkan. Jangan heran jika ada yang sudah pacaran bertahun-tahun, namun pernikahan mereka tidak sampai setahun jadi bubar.
Coba lihat saja para sahabat Rasul -shallallahu ‘alaihi wa sallam-, tidak pernah menempuh jalan pacaran ketika mencari pasangan. Sekali ta’aruf, merasa cocok, sudah langsung menuju pelaminan. Tidak seperti para pemuda saat ini yang menjalani pacaran hingga 10 tahun untuk bisa saling mengenal lebih dalam. Padahal para sahabat adalah sebaik-baik generasi sepeninggal Rasul -shallallahu ‘alaihi wa sallam- yang mesti dicontoh. Lihat saja apa yang terjadi ketika Fathimah dinikahi ‘Ali bin Abi Tholib atau Ruqoyyah yang dinikahi sahabat mulia ‘Utsman bin ‘Affan, mereka tidak melewati proses penjajakan pacaran. Imam Ahmad berkata dalam Ushulus Sunnah, “Hendaklah kita berpegang teguh dengan ajaran para sahabat -radhiyallahu ‘anhum- serta mengikuti ajaran mereka.”
Lihat pula si mbah kita dahulu. Mereka juga tidak mengenali calon pasangan mereka dengan pacaran. Akan tetapi, keluarga mereka tetap langgeng dan punya banyak keturunan.
So ... Apa gunanya pacaran? Jika Anda ingin dikelabui terus-terusan, maka monggo itu pilihan Anda dan akhirnya Anda yang tanggung sendiri akibatnya.
Semoga Allah beri taufik dan hidayah.
---
@ Warak, Girisekar, Panggang, Gunungkidul, 16 Rajab 1434 H
Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal
Senin, 17 Juni 2013
banguun....saudaraku.....shalat malam yuk !!!
banguun....saudaraku.....shala t malam yuk !!!
Note : ALLAH MENGAWASI SHALAT MALAM KITA
Salah satu cara yang bisa memudahkan kita bangun shalat malam adalah
dengan merasa bahwa Rabb Anda Yang Maha Tinggi selalu mengawasi saat
Anda mengerjakan shalat malam tersebut. Sebab seorang hamba yang fakir,
bila ia melihat tuannya mengawasi dan memperhatikan kerjanya, maka
hilanglah keletihan yang ia rasakan. Dalam kondisi seperti inilah maka
kita memohon ridha Tuhan Rabb Yang Maha Besar dan Maha Lembut. Allah swt
berfirman dalam QS.Ash-Shu'ara 26:
217 Dan bertawakkallah kepada (Allah) Yang Maha Perkasa lagi Maha Penyayang,
218. Yang melihat kamu ketika kamu berdiri (untuk shalat)
219. dan (melihat pula) perobahan gerak badanmu di antara orang-orang yang sujud.
220. Sesungguhnya Dia adalah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.
Atau ada di Qur'an Surat Al Muzzammil (73) 20 :Sesungguhnya Tuhanmu
mengetahui bahwasanya kamu berdiri (sembahyang) kurang dari dua pertiga
malam, atau seperdua malam atau sepertiganya dan (demikian pula)
segolongan dari orang-orang yang bersama kamu.....
Sayyid Qutb
mengatakan :"Dalam Ayat ini terdapat kasih sayang dan ketenangan bagi
kaum mukminin. Maknanya Allah melihat shalat malam yang kita kerjakan.
Anda dan orang-orang yang bersama dengan Anda menghadap dalam timbangan
Allah. Sesungguhnya Allah mengetahui bahwa Anda dan mereka yang selalu
jauh dari ranjang mereka, meninggalkan empuknya kasur pada malam dingin
dan tidak mendengar seruan ranjang-ranjang tetapi mendengar seruan
Allah.
Ibn Mas'ud r.a meriwayatkan bahwa Nabi Muhammad saw bersabda :"Allah kagum dengan 2 jenis manusia :
1. Seseorang yang bangun dari tempat tidurnya , mengabaikan keluarga
dan kekasihnya , untuk melaksanakan shalat malam, lalu Allah Azza
Wajjala berfirman : " Wahai Malaikat-Ku, Lihat hamba-Ku yang bangun dari
tempat tidurnya, meninggalkan keluarga dan yang dikasihinya , untuk
melaksanakan shalat malam karena rindu untuk mendapatkan apa yang ada di
sisi-Ku"
2. Seseorang yang berperang di jalan Allah. Dia dan
lainnya mengalami kekalahan dan menyadari akibat kekalahan itu, serta
mengetahui juga ada pahala yang akan didapat jika kembali berperang.
Lalu orang ini kembali berperang hingga akhirnya terbunuh. Allah
berfirman kepada malaikatNya : "Wahai Malaikat-Ku, Lihat hamba-Ku yang
kembali berperang karena mengharap dan rindu dengan apa yang Kumiliki
hingga akhirnya dia terbunuh" (HR.AHMAD ,Abu Yá'la, Al-Thabarani dan Ibn
Hibban. Dihasankan oleh A-Albani dalam Shahih Al-Targhib wa Al-Tarhib
(1/258)
Mari saudarakau dan sahabatku, bangunlah pada waktu
malam, ber-istighfarlah kepada TuhanMu dari kekuranganMu dan banyaknya
tidur yang kamu lakukan, menangislah seolah-olah engkau sedang patah
harapan, dan memohonlah kabulnya permintaan kepada RabbMu yang Maha
Pengabul dan Pengasih...
Sungguh hidangan kenikmatan telah disediakan pada malam-malam gelap gulita. Tidak seorang pun dari kita kecuali akan diseru.
Wahai orang-orang Mukmin, bersegeralah !
Alangkah beruntung orang yang menjawab , dan ternyata dia benar...
Dan celaka bagi orang yang diusir dari pintu kebaikan !
Wallahu'alam bishawab
Abu Al-Qa'qa Muhammad Ibn Shalih)
mari introspeksi diri.
Sesungguhnya manusia selalu menghabiskan umurnya semenjak lahirnya ia dari rahim sang ibu,
seorang penyair bijak pernah bertutur...
kita berjalan menuju ajal setiap detiknya
hari-hari kita selalu berlalu, dan berupa tahapan-tahapan
aku belum pernah melihat ada sesuatu yang lebih meyakinkan daripada kematian
seolah-olah semua kebahagiaan telah sirna, bila detik kematian telah menyapa...
alangkah buruknya perbuatan kita meninggalkan agama tatkala muda
lantas, bagaimana seseorang itu tetap meninggalkan agama, padahal ubannya telah menyala...
berjalanlah kamu di dunia ini dengan bekal takwa
karena, umurmu hanyalah beberapa hari, dan itu sangatlah singkat...
mari introspeksi diri....
seorang penyair bijak pernah bertutur...
kita berjalan menuju ajal setiap detiknya
hari-hari kita selalu berlalu, dan berupa tahapan-tahapan
aku belum pernah melihat ada sesuatu yang lebih meyakinkan daripada kematian
seolah-olah semua kebahagiaan telah sirna, bila detik kematian telah menyapa...
alangkah buruknya perbuatan kita meninggalkan agama tatkala muda
lantas, bagaimana seseorang itu tetap meninggalkan agama, padahal ubannya telah menyala...
berjalanlah kamu di dunia ini dengan bekal takwa
karena, umurmu hanyalah beberapa hari, dan itu sangatlah singkat...
mari introspeksi diri....
Minggu, 09 Juni 2013
makhluk yang terindah
Wanita... makhluk yang sangat indah, yang tercipta
dari sebuah kuasa yang Maha indah. Wanita... sesuai dengan kodratnya yang selalu lekat
dengan sejuta pesona yang dapat membawa
siapapun masuk dalam kefanaan yang terindah. Wanita... puing kesejatian kemegahan surga yang
akan membahagiakan, mendamaikan bahkan
melenakan siapapun yang melihat dan kemudian
mengenalnya. Maha suci Allah, sang maha pencipta hambanya yang
bernama Wanita. Keindahan wanita itu salah satunya terpancar dari
suaranya. Dan Lekatnya sebuah keindahan suara
dalam diri wanita, menjadikan dia lebih dari makhluk
yang diberi nama laki- laki. Canda tawanya yang begitu renyah dan
menggemaskan akan menimbulkan rindu bagi hati
yang tergoda. Kelembutannya seperti menyihir
siapapun yang ikut mendengar. Nada
kemaanjaannya, menambah gairah laki- laki untuk
semakin melindunginya. Lekuk suaranya, bahkan sampai terbawa dalam hati dan perasaan. Dan Bagai
buluh perindu, suara halus mengalun manja
menimbulkan ketertarikan bagi siapapun yang telinga
mereka menyaksikannya. Wahai wanita.... Seandainya saja saja kau sadar dengan semua
keindahan suaramu dan apapun yang melekat pada
dirimu itu. Dan kau tak akan membiarkan
kesemuanya terserak dan dinikmati orang yang tidak
berhak bagimu dan kemudian seakan terlihat
murahan. Lihatlah, betapa sebuah mutiara pasti tak akan terbuang dijalan. Begitu rapi tersimpan dan
terbalut dengan iman. Wahai wanita... Begitu besar pesona yang terkaruniakan untuk
dirimu, sekalipun kau tak menilainya indah. Namun
sadarilah, bahwa keindahan itu memanglah ada. Dan
keberadaannya bukan hanya sekedar menjadi hadiah
untukmu, tetapi pada sisi yang lain, juga menjadi
cobaan bagimu. Bahkan Allah subhanahu wata`ala memberi peringatan kepada kaummu, untuk berhati-
hati dengan satu sisi kelebihanmu itu, kelembutan
suaramu, dengarlah.... `Maka janganlah kalian merendahkan suara dalam
berbicara sehingga berkeinginan jeleklah orang yang
ada penyakit dalam hatinya dan ucapkanlah
perkataan yang ma`ruf.` (Al Ahzab: 32) Wahai wanita... Takutlah engkau kepada Allah, dan berhati-
hatilah. Bahwa dalam suaramu adalah memang
tersimpan sebuah keindahan. Dan keindahan itu akan
bermuara dimana, pada kebaikan ataukah maksiat,
dirimu sendiri yang menentukan. Jika kau bertanya
mengapa harus menghiraukan hal sepele dan remeh yang bernama menjaga suaramu?. Masyaallah,
bahkan berapa banyak laki- laki di dunia ini yang
sudah terlalu banyak kehilangan akal sehatnya
karena godaan wanita? Kemudian janganlah hanya kita
menyalahkan kekurangan mereka, namun ada
baiknya jika kita lebih menjaga untuk tidak
memancing kekurangan mereka menjadi lebih
kurang. Dan saat kau menjaga, semua yang kau miliki
akan menjadi semakin dan semakin indah. Dan sebaliknya, betapapun indahnya dirimu saat ini,
namun jika hanya murah saja kau tampilkan dirimu
diluaran sana, atau kau jadikan dirimu umpan bagi
setiap laki- laki yang hanya akan gratis melihatmu
terpampang begitu saja, maka nilai keindahan itu
akan benar- benar hilang, dan hanya akan sekedar selesai dalam nilai lumrah. Kau adalah mahal, dan termahalkan, jika kau
menjadikan dirimu terhormat dan terlalu mahal untuk
hanya sekedar terendahkan. Maka hargailah dirimu dengan segenap keindahan
yang memang bukan milikmu. Ya, saat ini jika kau
mengira semua itu mungkin milikmu, tapi bukan.
Sekali lagi bukan, pemilik yang sebenarnya akan
setiap saat meminta kembali kepadamu, sesuatu
yang telah dititipkannya kepadamu. Dan tentu saja lengkap dengan sepaket pertanggungan jawabmu
atas perlakuanmu terhadap sesuatu milikNya
tersebut.
LIRIK LAGU LETTO
cinta bersabarlah # Letto
walau sehari ku tak berhenti
untuk mencari bunga hati
oh rasa cinta bersabarlah menantinya
oh rasa cinta bersabarlah menantinya
begitu lama aku mencoba
dan sampai kini tak berdaya
walau tak ku punya
tapi ku percaya cinta itu indah
walau tak terlihat
tapi ku percaya cinta itu indah
walau tak ku punya
tapi ku percaya cinta itu indah
untuk mencari bunga hati
oh rasa cinta bersabarlah menantinya
oh rasa cinta bersabarlah menantinya
begitu lama aku mencoba
dan sampai kini tak berdaya
walau tak ku punya
tapi ku percaya cinta itu indah
walau tak terlihat
tapi ku percaya cinta itu indah
walau tak ku punya
tapi ku percaya cinta itu indah
kemarin telah berlalu
Ketika itu menjadi sebuah kenangan
kita selalu bersama
tertawa bersama
menangis bersama
dan kamu akan sealalu ada
di dalam hp ku
karena setiap yang ku lakukan kamu selalu bertanya (SMS)
apa yang kamu lakukan ?
sedang apa ?
bersama siapa ?
kapan akan pulang ?
tapi tak ada kejelasan hubungan ini
status PACARAN bukan
status persahabatan tapi itu lebih
namun seiring berjalannya waktu
kamupun berubah
kamu tak seperti dulu
kamu menjadi orang asing untukku
dan sedikit demi sedikit
kamu menghilang dari hidupku
tertawa bersama
menangis bersama
dan kamu akan sealalu ada
di dalam hp ku
karena setiap yang ku lakukan kamu selalu bertanya (SMS)
apa yang kamu lakukan ?
sedang apa ?
bersama siapa ?
kapan akan pulang ?
tapi tak ada kejelasan hubungan ini
status PACARAN bukan
status persahabatan tapi itu lebih
namun seiring berjalannya waktu
kamupun berubah
kamu tak seperti dulu
kamu menjadi orang asing untukku
dan sedikit demi sedikit
kamu menghilang dari hidupku
puisi
Senyap dalam Hidup
berdiri sendiri
tak bertepi
sunyi menyepi
ketika tak ada kawan
tak adan teman
hanya ada lawan
ini salalh ketika sikapku tak berkawan
hatiku di lawan
dan akalku tak digunakan
tak bertepi
sunyi menyepi
ketika tak ada kawan
tak adan teman
hanya ada lawan
ini salalh ketika sikapku tak berkawan
hatiku di lawan
dan akalku tak digunakan
Kamis, 06 Juni 2013
Lirik Yovie & Nuno - Mengejar Mimpi
Dan semenjak ada dia
Kamu bukan kamu yang seperti dulu
Tiada lagi kisah indah
Dan kini ku sendiri berteman bayangmu
Malam kini berganti sunyi sepi untukku
Reff:
Meskipun engkau tlah pergi
Mungkin takkan kembali
Aku di sini tetap di sini sayangku
Aku masih rindu padamu
Aku masih sayang padamu
Meski kini cintamu bukan aku
Dan kini aku tahu
Jendela hatimu tertutup untukku
Ingin ku lihat lagi
Wajah yang selalu ku rindu
Repeat reff
Ingin rasa aku berlari
Walau hanya mengejar mimpi oooh
(meskipun engkau tlah pergi
Mungkin takkan kembali
Aku di sini tetap di sini sayangku)
Aku masih rindu padamu
Aku masih sayang padamu
(meski kini cintamu bukan aku)
Ooo meskipun engkau tlah pergi (pergi)
Mungkin takkan kembali (kembali)
Aku di sini tetap di sini sayangku
Aku masih rindu padamu (huu)
Aku masih sayang padamu (huu)
Meski kini cintamu bukan aku
Meski kini cintamu bukan aku
Kamu bukan kamu yang seperti dulu
Tiada lagi kisah indah
Dan kini ku sendiri berteman bayangmu
Malam kini berganti sunyi sepi untukku
Reff:
Meskipun engkau tlah pergi
Mungkin takkan kembali
Aku di sini tetap di sini sayangku
Aku masih rindu padamu
Aku masih sayang padamu
Meski kini cintamu bukan aku
Dan kini aku tahu
Jendela hatimu tertutup untukku
Ingin ku lihat lagi
Wajah yang selalu ku rindu
Repeat reff
Ingin rasa aku berlari
Walau hanya mengejar mimpi oooh
(meskipun engkau tlah pergi
Mungkin takkan kembali
Aku di sini tetap di sini sayangku)
Aku masih rindu padamu
Aku masih sayang padamu
(meski kini cintamu bukan aku)
Ooo meskipun engkau tlah pergi (pergi)
Mungkin takkan kembali (kembali)
Aku di sini tetap di sini sayangku
Aku masih rindu padamu (huu)
Aku masih sayang padamu (huu)
Meski kini cintamu bukan aku
Meski kini cintamu bukan aku
aku memilih setia - Fatin
T'lah banyak cara Tuhan menghadirkan cinta
Mungkin engkau adalah salah-satunya
Namun engkau datang di saat yang tidak tepat
Cintaku telah dimiliki…
Inilah akhirnya harus kuakhiri
Inilah akhirnya harus kuakhiri
Sebelum cintamu semakin dalam
Maafkan diriku memilih setia
Walaupun ku tahu cintamu lebih besar darinya
Maafkanlah diriku tak bisa bersamamu
Maafkanlah diriku tak bisa bersamamu
Walau besar dan tulusnya rasa cintamu
Tak mungkin untuk membagi cinta tulusmu
Dan aku memilih setia…
Inilah akhirnya, harus aku kuakhiri
Inilah akhirnya, harus aku kuakhiri
Sebelum cintamu semakin dalamMaafkan diriku memilih setia
Walaupun ku tahu cintamu lebih besar darinya
Seribu kali logika ku untuk menolak
Seribu kali logika ku untuk menolak
Tapi ku tak bisa bohongi hati kecilku
Bila saja diriku ini masih sendiri
Pasti ku memilih dan memilih mu
Inilah akhirnya, harus aku kuakhiri
Inilah akhirnya, harus aku kuakhiri
Sebelum cintamu semakin dalam
Maafkan diriku memilih setiaWalaupun ku tahu cintamu
Walaupun ku tahu cintamu lebih besar darinya
Senin, 03 Juni 2013
KITA :)
inilah kami teman kami bersama selama 3 tahun di SMKN 1 CIANJUR, ketika kita pertama masuk kita tak saling mengenal sih , kita pun ga nyangka bakalan deket sedeket ini . kadang kita sesali kenapa kita deket baru kelas 3 padahal kita itu satu sekolah selama 3 tahun ?
kita deket disaat detik-detik kita akan dipisahkan itu menyakitkan, walaupun kita bisa bertemu kapan aja tapi gak akan sesering kita ketemu kyak waktu sekolahkan ?
sedih sih tapi hidup harus terus dijalani dan kita tidak bisa mengehntikan waktu, waktu akan terus berjalan kedepan seperti air mengalir dari hulu ke hilir
"aku harap kita semuanya sukses Amiin :)"
(sebait puisi)
aku,kamu,dia,mereka
dan akhirnya menjadi kita
dimana dari kesendirian menjadi sebersamaan
dari keheningan menjadi keramaian
*karya FN
Langganan:
Komentar (Atom)

























